Bupati Kabupaten Batang Hari yang diwakili asisten III Setda Batang Hari menghadiri kegiatan koordinasi dan Sinergitas Program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Kamis (26/02/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H /2026 M.
Pertemuan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi tersebut merupakan bagian dari rangkaian High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jambi Tahun 2026. Agenda ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jambi menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Hari Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri, ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat tentu meningkat. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap stabil agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang,” ujar Fadhil Arief.
Ia juga menambahkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, serta masyarakat.
“Dengan koordinasi yang kuat melalui TPID, kita berharap stabilitas inflasi di daerah tetap terjaga dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut baik forum koordinasi ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia serta berbagai pihak terkait, diharapkan ketersediaan bahan pangan strategis tetap aman dan harga tetap terkendali, khususnya menjelang hari raya.
