Dari Panggung Seni ke Stan Bazar, Semangat Literasi Mengalir di HUT SMA Negeri 6 Batang Hari

Spread the love

Batang Hari – Langit pagi di halaman SMA Negeri 6 Batang Hari seakan ikut merayakan usia yang ke-23. Riuh tawa pelajar, denting musik pentas seni, dan semarak warna-warni stan bazar berpadu menjadi satu, menyambut kehadiran dua sosok yang begitu dekat dengan dunia pendidikan, Bunda Literasi Batang Hari, Zulva Fadhil, bersama Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief pada Senin (15/12/2025).

Keduanya tiba di tengah antusiasme siswa dan guru yang memadati arena kegiatan peringatan HUT ke-23 SMA Negeri 6 Batang Hari. Tanpa sekat formalitas, Zulva Fadhil tampak menyapa para pelajar, tersenyum hangat menyimak setiap penampilan seni yang ditampilkan. Gerak tari, alunan musik, hingga ekspresi kreatif siswa menjadi potret nyata tumbuhnya ruang literasi dan kreativitas di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief, terlihat menikmati setiap momen kebersamaan tersebut. Ia menyempatkan diri berkeliling stan bazar, berdialog dengan siswa yang memamerkan hasil karya dan produk kreatif mereka. Bagi Fadhil Arief, kegiatan seperti ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, melainkan wadah pembentukan karakter, jiwa wirausaha, dan kepercayaan diri generasi muda Batang Hari.

“Hal-hal seperti ini tentunya menjadi tempat bagi siswa untuk mengakualisasikan diri, berkolaborasi bersama teman-temannya.” ujar Bupati dalam sambutannya.

Pentas seni yang digelar menjadi panggung ekspresi sekaligus ruang belajar. Setiap penampilan mencerminkan keberanian siswa dalam mengekspresikan ide, bakat, dan imajinasi mereka. Sementara bazar sekolah menghadirkan denyut ekonomi kreatif pelajar, dari produk makanan hingga kerajinan tangan yang dikelola langsung oleh siswa.

Dalam suasana yang sarat kehangatan itu, kehadiran Bunda Literasi Batang Hari memiliki makna tersendiri. Zulva Fadhil menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya budaya literasi, seni, dan kreativitas yang saling menguatkan. Menurutnya, kegiatan seperti pentas seni dan bazar adalah bagian penting dari proses pendidikan yang memanusiakan peserta didik.

“Sekolah hari ini tidak hanya bicara soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, berani tampil, berpikir kreatif, dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi serta budaya,” ujar Zulva Fadhil.

Perayaan HUT ke-23 SMA Negeri 6 Batang Hari pun menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan, tempat pemerintah daerah, sekolah, dan pelajar bertemu dalam semangat yang sama, merawat mimpi, mengasah potensi, dan menyiapkan generasi Batang Hari yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing.

Di bawah langit mendung yang perlahan meredup, tepuk tangan pun mengiringi setiap penampilan. Sebuah penanda bahwa di usia ke-23, SMA Negeri 6 Batang Hari terus melangkah, dengan dukungan penuh dari para pemimpin daerah yang percaya bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *