Isra Mikraj dan Tradisi Membawa Rantang di Batin XXIV

Spread the love

Batang Hari - Masyarakat Muslim memiliki beragam tradisi untuk memperingati peristiwa besar dalam sejarah umat Islam, Isra Mikraj termasuk masyarakat di Desa Simpang Aur Gading Kecamatan Batin XXIV. Dimana masyarakat desa ini sudah terbiasa dengan ciri khas membawa rantang dari rumah untuk dibawa ke masjid tempat peringatan Isra Mikraj berlansung.

Setelah rangkaian acara inti peringatan Isra Mikraj, seperti pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan ceramah agama selanjutnya masyarakat akan berkumpul dan menikmati makanan yang dibawa bersama-sama dalam suasana penuh kekeluargaan. 

Camat Batin XXIV, A. Kadir,S.IP dalam sambutannya mengungkapkan tradisi membawa rantang yang berisi Makanan dan kue ini perlu dilestarikan. Karena ini merupakan kearifan lokal yang menunjukan suatu kekompakan bagi masyarakat disana.

"Tradisi membawa rantang ini juga mencerminkan nilai-nilai luhur kebersamaan dan saling berbagi antar warga, tanpa memandang status sosial. Untuk itu hal yang positif perlu kita jaga bersama agar terus berlangsung dan tidak hilang oleh perubahan yang semakin modern ini" ujar Kadir.

Sementara itu Imam Mesjid Baitur Rahman, Salik menjelaskan tradisi membawa rantang ini bukan sekadar makan bersama, melainkan mengandung makna filosofis yang mendalam.

"Tradisi membawa rantang ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Simpang Aur Gading memiliki semangat kekeluargaan yang tinggi. Tradisi ini sudah berlangsung lama. Insya Allah akan terus kita pertahankan dan kita wariskan kepada keturunan kita " ungkap Salik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *