Batang Hari – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2026 yang bertugas di Kabupaten Batang Hari, Muhamad Aryuda Pratama, melakukan pertemuan singkat dengan Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari, Rahmad Hasrofi di sela-sela kegiatan Forkopimda guna menyampaikan gagasan terkait pengembangan literasi daerah yang akan dilaksanakan di Kabupaten Batang Hari.
Dalam kesempatan tersebut, Aryuda menyampaikan sejumlah gagasan dan program yang berfokus pada peningkatan budaya baca, penguatan literasi masyarakat, serta kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung transformasi perpustakaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui literasi.
Selain menyampaikan gagasannya sebagai Relima Tahun 2026, Aryuda juga menyampaikan harapan agar DPRD Kabupaten Batang Hari dapat memberikan dukungan sesuai fungsi dan kewenangannya dalam mendorong kemajuan literasi di daerah.
Menurut Aryuda, pengembangan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kebijakan, penganggaran, serta pengawasan dari DPRD dinilai penting untuk memperkuat berbagai program literasi yang akan dijalankan.
“Sebagai Relima Tahun 2026, saya berharap DPRD Kabupaten Batang Hari dapat terus mendukung upaya peningkatan budaya literasi masyarakat. Literasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Aryuda.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari, Rahmad Hasrofi, menyambut baik kehadiran Aryuda sebagai Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI di Kabupaten Batang Hari. Ia mengapresiasi semangat generasi muda yang turut mengambil peran dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat.
Dirinya juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Batang Hari pada prinsipnya mendukung berbagai program positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk program yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan pengembangan perpustakaan.
“Kami mengapresiasi langkah dan gagasan dari Aryuda sebagai Relima. Literasi merupakan salah satu kunci kemajuan daerah. Kami di DPRD tentunya akan mendukug sesuai dengan tugas dan fungsi kami yakni legislasi, anggaran (budgeting), dan pengawasan demi terwujud iklim literasi yang semakin baik di Batang Hari,” pungkasnya.
Pertemuan singkat tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya sinergi antara Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI dengan DPRD Kabupaten Batang Hari dalam mendukung berbagai upaya pengembangan literasi daerah, sehingga budaya membaca dan belajar dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.
