Pemkab Batang Hari Dorong Pembangunan Museum dan Pelestarian Peradaban Sungai Batanghari

Spread the love

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melindungi, dan melestarikan sejarah serta warisan budaya daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terkait rencana pembangunan museum serta dukungan penyelamatan episentrum peradaban Sungai Batanghari di Kabupaten Batang Hari.

Audiensi berlangsung di Jakarta, Selasa (15/09/2026), sebagai tindak lanjut atas permohonan Bupati Batang Hari terkait rencana pembangunan museum dan upaya pelestarian kawasan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Batang Hari.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar disambut Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Endah Budi Haryani, bersama jajaran.

Pertemuan ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam membangun sinergi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah. Rencana pembangunan museum diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga berbagai peninggalan sejarah sekaligus memperkenalkan perjalanan peradaban Batang Hari kepada masyarakat dan generasi mendatang.

Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar menyampaikan bahwa sejarah dan warisan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita ingin sejarah dan peradaban yang pernah tumbuh di Batang Hari dapat terus dikenal oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Karena itu, pembangunan museum bukan hanya berbicara tentang sebuah bangunan, tetapi bagaimana kita menyelamatkan, merawat, mendokumentasikan dan memperkenalkan kembali sejarah serta warisan budaya yang kita miliki,” ujar Bakhtiar.

Menurutnya, kawasan Muara Tembesi memiliki nilai historis yang sangat kuat dalam perjalanan peradaban Sungai Batanghari. Kawasan tersebut memiliki sejumlah peninggalan sejarah, termasuk kawasan cagar budaya dan peninggalan Benteng Belanda yang menjadi bagian dari jejak sejarah Kabupaten Batang Hari.

Perjalanan sejarah kawasan tersebut tidak terlepas dari keberadaan Sungai Batanghari yang pada masa lampau memiliki peran penting sebagai jalur transportasi dan aktivitas perdagangan. Keberadaan sungai turut mendukung tumbuhnya kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan pada masa itu.

“Sungai Batanghari memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan peradaban di daerah ini. Pada masa lalu, sungai menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan, sekaligus menjadi bagian dari tumbuhnya pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Jejak-jejak peradaban tersebut merupakan bagian penting dari sejarah dan cikal bakal terbentuknya Kabupaten Batang Hari,” jelasnya.

Bakhtiar menambahkan, rencana pembangunan museum memiliki relevansi yang kuat dengan upaya perlindungan dan pelestarian berbagai peninggalan sejarah serta tradisi yang masih ada di tengah masyarakat.

Museum nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, dokumentasi, penelitian, dan pengenalan sejarah bagi masyarakat. Keberadaan museum juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan identitas daerah.

“Kita ingin museum ini nantinya menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Mereka dapat melihat dan memahami bagaimana perjalanan sejarah, peradaban, budaya dan tradisi yang membentuk Batang Hari hingga seperti sekarang,” tambah Bakhtiar.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap dukungan dan pendampingan dari Kementerian Kebudayaan RI dapat memperkuat proses perencanaan pembangunan museum serta penyelamatan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui kajian, inventarisasi, dokumentasi, perlindungan, hingga pengembangan kawasan sesuai dengan ketentuan pelestarian cagar budaya dan permuseuman.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Batang Hari didampingi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan serta Komunitas Batang Hari Heritage.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mendorong terbangunnya kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak dalam menjaga warisan sejarah dan budaya daerah. Rencana pembangunan museum diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali jejak peradaban Sungai Batanghari, sehingga sejarah dan kebudayaan Batang Hari tidak hanya tersimpan sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi generasi yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *